News / Kolom / Berita

Anomali Kesejahteraan Nasional Vs Kebangkrutan Lumbung Kaltim

akurat logo
Aji Dedi Mulawarman*
Rabu, 03 Januari 2018 21:16 WIB
Share
 
Anomali Kesejahteraan Nasional Vs Kebangkrutan Lumbung Kaltim
Aji Dedi Mulawarman - Bakal Calon Gubernur Kalimantan Timur. ISTIMEWA

AKURAT.CO.ID, Selalu saja kita alpa, bila tak mau dibilang gagal, membaca pesan pada pembukaan UUD 1945. Pesan terlupakan yang digagas the founding fathers jelas aklamatif tersurat bahwa kita harus menyiapkan sebuah "negara baru religius" bernama Indonesia. Semoga kealpaan ini tidak menjadi “jebakan batman” baru yang dapat menjerumuskan sebuah negeri, termasuk di dalamnya pengelolaan pusat sumber daya alam penting seperti Kalimantan Timur dengan alih-alih kerumitan menentukan arah pembangunan sebuah bangsa secara nasional maupun di tingkat lokal/daerah.

Menjadi tidak logis saat negeri ini makin meningkat pertumbuhan ekonominya, makin sejahtera masyarakatnya secara nasional, tetapi malah meninggalkan bekas luka yang makin menganga di Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penyangga APBN melalui penerimaan pajak dan penghasilan migas, batubara serta kebun sawitnya. Ya, luka itu telah mengakibatkan propinsi yang katanya merupakan salah satu daerah kaya sumber daya alam menuju kebangkrutan.

Tanda-tanda kebangkrutan itu dapat dilihat dari tak terhindarkan terjun bebasnya APBD tahun ke tahun sejak 2013 (15 Triliun) hingga kini 2018 (8.5 triliun), minusnya pertumbuham ekonomi yang diiringi meningkatnya pengangguran terbuka yang hingga 2016 lalu mencapai angka 7,9 persen. Di tahun 2017 BPS mencatat bahwa tingkat pengangguran di Kalimantan Timur tertinggi pada level propinsi yang kemudian disusul Jawa Barat dan Bali.

Tanda dan indikasi lainnya seperti stagnansi yang bisa jadi memiliki kecenderungan meningkatnya kemiskinan, ditandai dengan dekadensi kesehatan, yang merupakan indikator primer kualitas hidup. 

Terdapat peningkatan kematian balita, dari 84 di tahun 2015 menjadi 117 kematian per 1000 anak di tahun 2016. Di tahun 2016 di Kalimantan Timur saja terdapat 524 kasus baru penderita HIV AIDS yang menjangkiti usia produktif (25-49 tahun), yang diiringi maraknya penggunaan narkoba.

Sinyal kehancuran tidak hanya berhenti pada sanitasi. Seperti hukum sebab akibat yang menjadi lingkaran setan, eksploitasi lingkungan mendorong ancaman keberlanjutan kelestarian alam dan menghantui masa depan. 

Sebuah sorotan tajam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2017 mengingatkan tentang kekeringan akut yang akan dialami hampir seluruh wilayah Kaltim minus Berau pada tahun 2018. Ironisnya di beberapa daerah di Kaltim, ancaman banjir dan longsor juga diingatkan oleh lembaga yang sama.  Kondisi ini menunjukkan betapa labilnya alam karena pengelolaan yang kurang tepat.

Kedaulatan energi memang perlu menjadi prioritas dalam upaya distribusi secara adil pada kepentingan masyarakat. Diskursus kedaulatan energi ini seharusnya tidak hanya berkutat pada isu kepemilikan, yang memang sangat miris faktanya.

Selama proses produksi lebih cenderung pada tataran ekstratif, maka nilai tambah hasil sumber daya alam tidak akan secara maksimal dirasakan masyarakat. Memicu dan memelihara kreativitas produktif berbasis kedaulatan sains-teknologi yang berorientasi keseimbangan kemandirian dan kebutuhan dalam negeri dengan tetap menjaga sustainabilitas holistic seyogyanya menjadi tujuan dan esensi kemakmuran rakyat yang harus diemban dalam menjalankan tugas kebijakan negara.

Mungkin itulah makna terdalam dari sabda Nabi SAW mengenai pentingnya jiwa produktif-kreatif melalui bahasa "gunakan kekuatan tanganmu", setelah mempersilakan langkah awal kemanusiaan melakukan aktivitas kerja bermental "dagang".

Jelas diperlukan kearifan dan tanggung jawab pemerintah pusat dan bahkan upaya bersama melakukan balas budi nasional pada Kaltim yang puluhan tahun ikhlas mempersembahkan kekayaannya pada setiap insan di negeri ini.

Diperlukan resep pembangunan baru yang tidak tergantung pada energi dan sumber daya alam ekstraktif. 

Pembangunan Kaltim perlu dimulai dari mentalitas anak negerinya; penguatan budaya dan religi untuk menghalau gaya hidup bebas yang menerjang kaum muda dan berpotensi menghancurkan generasi. Sungai, misalnya, merupakan kekuatan Kaltim yang belum dioptimalkan dalam bidang pertanian, pariwisata, perikanan, transportasi, sumber tenaga listrik, serta penjaga ekosistem. Masih ada harapan untuk menyelamatkan salah satu intan Indonesia sebelum terlambat.

Mari menuju Kaltim Baru Religius!

*Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI)


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pangdam IX Ingatkan Potensi Konflik Meningkat di Tahun Politik

Selasa, 20 Februari 2018 02:14 WIB

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengingatkan akan acaman yang yang harus diantisipasi oleh dengan baik oleh bangsa Indonesia.


Bungkam Betis, Real Madrid Ciptakan Gol ke-6.000

Selasa, 20 Februari 2018 02:10 WIB

Pesta gol terjadi di markas Real Betis


Mantan Komisioner Komnas HAM Dukung Pati Polri Jadi Plt Gubernur Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 01:35 WIB

Pigai mengaku mendukung keputusan Mendagri yang mengangkat Pati Polri untuk menjadi Plt GUbernur Sumut


Seekor Paus Ditemukan Mati di Kawasan Pulau Banyak

Selasa, 20 Februari 2018 01:10 WIB

Seekor paus ditemukan mati di Pulau Asoq.


Ayah James Restui Sang Anak Tinggalkan Real Madrid

Selasa, 20 Februari 2018 01:00 WIB

Dia menjalani masa pinjaman selama dua musim di Muenchen


Dapat Nomor Urut 11, Ini Kata Ketua DPD PSI Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 00:47 WIB

Fuad Ginting mengaku bersyukur partainya itu mendapatkan nomor urut 11 pada Pemilu 2019 mendatang.


Namanya Disebut, Fahri Hamzah: Nazaruddin Panik Persekongkolan Mulai Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 00:27 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Nazaruddin yang menyebut namanya.


Persib Kehabisan Stok Striker Lokal Berkualitas?

Selasa, 20 Februari 2018 00:20 WIB

Setidaknya Persib butuh empat pemain tambahan


Terinspirasi Masa Kecil, 'Guru Ngaji' Ingin Sejahterakan Pengajar Agama

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Film dikemas secara ringan sehingga bisa menjadi tontonan bagi semua kalangan dan didedikasikan untuk pengajar agama atau guru ngaji.


Kesalahan Fatal Tim Kasta Tiga Saat Jamu Spurs

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Kedua tim harus memainkan laga replay


Pemerintah Diminta Berdamai dengan Kelompok Habib Rizieq, Jika Tidak, Ini yang Akan Terjadi

Senin, 19 Februari 2018 23:56 WIB

Pemerintah seharusnya berdamai dengan kelompok yang menjadi pendukung Habib Rizieq Shihab.


Dikhianati Istri dan Pamannya, Ini yang Dilakukan Sandi

Senin, 19 Februari 2018 23:46 WIB

Pelaku emosi saat melihat korban melintas membawa dagangan dari arah utara.


Meski Kepulangan Habib Rizieq Belum Pasti, Eggi Sudjana Klaim Puluhan Ormas Siap Kawal

Senin, 19 Februari 2018 23:45 WIB

Eggi Sudjana mengklaim akan ada puluhan ormas yang bakal menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta 21 Februari mendatang.


Nazarudin Tiba-tiba Merintih saat Ditanya Soal Puan Maharani di e-KTP

Senin, 19 Februari 2018 23:34 WIB

Nazar tertawa ketika disinggung soal peran dari Ketua Fraksi PDIP saat proyek e-KTP bergulir.


Golkar Minta Kepulangan Rizieq Shihab Jangan Dijadikan Pengganggu Stabilitas Politik

Senin, 19 Februari 2018 23:19 WIB

Wasekjen Golkar Viktus Murin menilai bahwa kepulangan Rizieq merupakan hal biasa.