News / Kolom / Berita
Kolom

Pilkada dan Kemaslahatan Bangsa

akurat logo
Ujang Komarudin
Kamis, 11 Januari 2018 15:52 WIB
Share
 
Pilkada dan Kemaslahatan Bangsa
Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta. Dok. Pribadi

AKURAT.CO.ID, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 merupakan salah satu pesta demokrasi terbesar bagi rakyat Indonesia. Karena terjadi di 171 daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Pilkada sejatinya harus menjadi kontestasi pertarungan politik yang mencerdaskan dan mencerahkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pilkada juga harus menyenangkan dan menjadi wahana pendidikan politik bagi warga negara.

Pilkada bukan hanya sekedar memilih kepala daerah, lalu selesai. Pilkada adalah titik awal bagi kemajuan dan kemaslahatan bangsa. Pilkada yang berkualitas akan menghasilkan kepala daerah (Gubernur, Bupati/Walikota) yang berkualitas pula. Dengan dipimpin oleh kepala daerah yang berkualitas, maka rakyat pun akan terlayani dengan baik. Dan Pilkada menjadi ajang kontestasi politik dalam mensejahterakan rakyat.

Namun jika Pilkada dijadikan sebagai pertarungan politik yang tidak sehat, menebar fitnah, saling mengintimidasi, melakukan cara-cara curang dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, maka Pilkada bukan sebagai pesta demokrasi yang membawa kepada kemaslahatan bangsa tetapi menjadi alat pemecah bangsa. Oleh karena itu, pilihannya adalah Pilkada harus menjadi momentum perbaikan nasib rakyat dalam lima tahun kedepan dan membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

Pilkada jangan hanya dijadikan rutinitas pesta demokrasi lima tahunan semata, tetapi harus menjadi momentum terbaik dalam memperbaiki bangsa. Pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan dari daerah. Jika suatu daerah dapat membangun dengan baik, maka akan berimbas kepada baiknya pembangunan nasional. Begitu juga sebaliknya, jika daerah tidak bergerak, maka pembangunan nasional pun akan mandek. Oleh karena itu perlu sinergi antara kepala daerah terpilih dengan pemerintah pusat.

Pilkada harus membawa kemaslahatan bagi rakyat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat merupakan indikasi bahwa Pilkada membawa keberkahan. Pendidikan gratis, kesehatan gratis, terbukanya kesempatan dan lapangan kerja, kebutuhan pangan murah, dan tercukupinya kebutuhan dasar masyarakat menjadi indikator bahwa Pilkada membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Namun bisa saja Pilkada juga menjadi bencana. Jika pesta demokrasi Pilkada berujung rusuh dan terjadi permusuhan dan perpecahan di masyarakat, maka Pilkada menjadi madhorot. Jangan sampai Pilkada serentak tahun 2018 ini menjadi ajang perkelahian antar sesama masyarakat. Menjaga agar Pilkada menjadi damai dan lancar merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Demokrasi yang sudah dibangun jangan sampai dihancurkan karena Pilkada yang rusuh dan tak terkendali.

Kemaslahatan dalam Pilkada juga akan terlihat dengan terpilihnya calon kepala daerah yang komitmen terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Jadi, memilih kepala daerah yang baik merupakan bagian dari ibadah. Karena di tangan kepala daerah yang baik dan amanah, maka kebijakan-kebijakan dan program-program pembangunan akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Begitu juga sebaliknya, jika kepala daerah yang dihasilkan dalam Pilkada tidak cakap dan tidak mampu memimpin, maka rakyat akan menjadi korban. Kepala daerah yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, kelompok, dan partainya akan membawa kemadhorotan bagi rakyat, bangsa, dan negara. Jadi memilih pemimpin yang baik adalah kewajiban kita semua. Pemimpin yang adil dan melayani akan membawa kemaslahatan. Dan begitu juga sebaliknya pemimpin yang dzolim akan membawa kemadhorotan.

Pertarungan politik dalam Pilkada hendaknya tidak membawa kemadhorotan. Cara-cara kotor yang digunakan untuk memenangkan kontestasi Pilkada harus dihindari karena akan merusak kualitas Pilkada. Gunakanlah cara-cara yang manusiawi dan beradab dalam memenangkan pertarungan perebutan kekuasaan. Jika cara-cara yang digunakan baik, maka hasilnya pun akan baik. Namun begitu juga sebaliknya, jika cara untuk merebut kekuasaan tersebut jelek dan cenderung menghalalkan segala cara, maka kekuasaan yang diperoleh tersebut akan cenderung korup.

Kemaslahatan dalam Pilkada harus diutamakan dan menghindari kemadhorotan juga harus dilakukan. Tentu Pilkada dilaksanakan sebagai bentuk pesta demokrasi rakyat untuk memilih pemimpin terbaik untuk memparbaiki nasib rakyat kecil. Bukan untuk menindasnya. Rakyat sudah lama menanti pemimpin yang mampu mengangkat harkat dan martabat nasibnya yang dari hari ke hari makin sulit. Kesejahteraan dan kemakmuran adalah kuncinya. Kepala daerah yang mampu mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya adalah dambaan seluruh rakyat Indonesia.

Pilkada juga sejatinya menjadi ajang untuk mengadu konsep terbaik dalam pembangunan daerah. Calon kepala daerah denga konsep terbaiknya lah yang seharusnya diberi kesempatan untuk memimpin. Bukan kepala daerah yang mengandalkan uang untuk merebut simpati rakyat. Ketika Pilkada sudah dirusak oleh permainan uang, maka tunggulah kehancuran daerah tersebut. Karena calon kepala daerah yang banyak menghabiskan uangnya untuk merebut dan membeli kekuasaan, ketika sudah terpilih akan berusaha untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkannya tersebut.

Kepala daerah yang terpilih akan berusaha kongkalingkong dengan pengusaha dan memberikan proyek dalam APBD ke pengusaha. Dan dalam hal ini banyak kepala daerah masuk ke jeruji besi karena ketangkap KPK. Pilkada bukannya membawa kemaslahatan, tetapi membawa kemadhorotan. Oleh karena itu, Pilkada saat ini harus dijadikan sebagai pesta rakyat yang membawa maslahat.

Pilkada dan kemaslahatan harusnya tidak terpisahkan. Pilkada dan kemaslahatan harusnya menjadi satu kesatuan yang bekerja untuk menjadikan rakyat sejahtera. Bukan mejadikan rakyat melarat dan sekarat. Pilkada jangan dijadikan untuk mengumbar dan menebar kemadhorotan. Stop kemadhorotan dan kembangkan serta laksanakan kemaslahatan. Pilkada yang baik dan berkualitas adalah Pilkada yang mengutamakan dan menjunjung kemaslahatan sebagai tujuan.

Mari jaga Pilkada untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

*Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pangdam IX Ingatkan Potensi Konflik Meningkat di Tahun Politik

Selasa, 20 Februari 2018 02:14 WIB

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengingatkan akan acaman yang yang harus diantisipasi oleh dengan baik oleh bangsa Indonesia.


Bungkam Betis, Real Madrid Ciptakan Gol ke-6.000

Selasa, 20 Februari 2018 02:10 WIB

Pesta gol terjadi di markas Real Betis


Mantan Komisioner Komnas HAM Dukung Pati Polri Jadi Plt Gubernur Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 01:35 WIB

Pigai mengaku mendukung keputusan Mendagri yang mengangkat Pati Polri untuk menjadi Plt GUbernur Sumut


Seekor Paus Ditemukan Mati di Kawasan Pulau Banyak

Selasa, 20 Februari 2018 01:10 WIB

Seekor paus ditemukan mati di Pulau Asoq.


Ayah James Restui Sang Anak Tinggalkan Real Madrid

Selasa, 20 Februari 2018 01:00 WIB

Dia menjalani masa pinjaman selama dua musim di Muenchen


Dapat Nomor Urut 11, Ini Kata Ketua DPD PSI Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 00:47 WIB

Fuad Ginting mengaku bersyukur partainya itu mendapatkan nomor urut 11 pada Pemilu 2019 mendatang.


Namanya Disebut, Fahri Hamzah: Nazaruddin Panik Persekongkolan Mulai Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 00:27 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Nazaruddin yang menyebut namanya.


Persib Kehabisan Stok Striker Lokal Berkualitas?

Selasa, 20 Februari 2018 00:20 WIB

Setidaknya Persib butuh empat pemain tambahan


Terinspirasi Masa Kecil, 'Guru Ngaji' Ingin Sejahterakan Pengajar Agama

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Film dikemas secara ringan sehingga bisa menjadi tontonan bagi semua kalangan dan didedikasikan untuk pengajar agama atau guru ngaji.


Kesalahan Fatal Tim Kasta Tiga Saat Jamu Spurs

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Kedua tim harus memainkan laga replay


Pemerintah Diminta Berdamai dengan Kelompok Habib Rizieq, Jika Tidak, Ini yang Akan Terjadi

Senin, 19 Februari 2018 23:56 WIB

Pemerintah seharusnya berdamai dengan kelompok yang menjadi pendukung Habib Rizieq Shihab.


Dikhianati Istri dan Pamannya, Ini yang Dilakukan Sandi

Senin, 19 Februari 2018 23:46 WIB

Pelaku emosi saat melihat korban melintas membawa dagangan dari arah utara.


Meski Kepulangan Habib Rizieq Belum Pasti, Eggi Sudjana Klaim Puluhan Ormas Siap Kawal

Senin, 19 Februari 2018 23:45 WIB

Eggi Sudjana mengklaim akan ada puluhan ormas yang bakal menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta 21 Februari mendatang.


Nazarudin Tiba-tiba Merintih saat Ditanya Soal Puan Maharani di e-KTP

Senin, 19 Februari 2018 23:34 WIB

Nazar tertawa ketika disinggung soal peran dari Ketua Fraksi PDIP saat proyek e-KTP bergulir.


Golkar Minta Kepulangan Rizieq Shihab Jangan Dijadikan Pengganggu Stabilitas Politik

Senin, 19 Februari 2018 23:19 WIB

Wasekjen Golkar Viktus Murin menilai bahwa kepulangan Rizieq merupakan hal biasa.