News / Hukum / Berita

KPK Jadikan Bupati Subang Imas Aryumningsih sebagai Tersangka

akurat logo
Gema Trisna Yudha
Rabu, 14 Februari 2018 20:16 WIB
Share
 
KPK Jadikan Bupati Subang Imas Aryumningsih sebagai Tersangka
Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan saat jumpa pers, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/1).. AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO.ID, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imas diduga menerima suap dari PT ASP dan PT PBM untuk pengurusan izin pembangunan pabrik di wilayah tugasnya.

Bersama Imas, KPK juga menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka. Empat orang yang dijadikan tersangka tersebut, ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (13/2) kemarin.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantor KPK di Jakarta, Rabu (14/2).

Adapun empat orang tersebut adalah MTH (Miftahhudin/swasta), IA (Imas Aryumningsih/Bupati Subang), D (Data/swasta), dan ASP (Asep Santika/Kabid Perizinan Pemkab Subang). Miftahhudin diduga merupakan pihak pemberi suap, sementara tiga orang lainnya sebagai penerima suap.

"Pemberian suap ini dilakukan untuk mendapat izin pembuatan pabrik atau tempat usaha di Kabupaten Subang," terang Basaria.

Menurutnya, uang suap tersebut tidak diberikan secara langsung kepada Imas. Pihak pemberi menyerahkan uang tersebut kepada orang-orang dekat Imas yang berperan sebagai pengumpul dana.

Dalam kasus ini, suap diberikan untuk memuluskan pembangunan proyek senilai Rp 1,4 miliar. KPK telah mengamankan uang sebesar Rp 337.378.000 saat OTT pada Imas. Namun diduga uang commitment fee yang diberikan untuk pemberian izin proyek tersebut bernilai lebih dari itu.

"Diduga commitment fee awal antara pemberi dengan perantara adalah Rp 4,5 miliar, sedangkan dugaan commitment fee antara bupati ke perantara adalah Rp 1,5 miliar," ujar Basaria.

KPK menjerat Imas beserta Data dan Asep selaku penerima suap dengan pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Miftahhudin sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pangdam IX Ingatkan Potensi Konflik Meningkat di Tahun Politik

Selasa, 20 Februari 2018 02:14 WIB

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengingatkan akan acaman yang yang harus diantisipasi oleh dengan baik oleh bangsa Indonesia.


Bungkam Betis, Real Madrid Ciptakan Gol ke-6.000

Selasa, 20 Februari 2018 02:10 WIB

Pesta gol terjadi di markas Real Betis


Mantan Komisioner Komnas HAM Dukung Pati Polri Jadi Plt Gubernur Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 01:35 WIB

Pigai mengaku mendukung keputusan Mendagri yang mengangkat Pati Polri untuk menjadi Plt GUbernur Sumut


Seekor Paus Ditemukan Mati di Kawasan Pulau Banyak

Selasa, 20 Februari 2018 01:10 WIB

Seekor paus ditemukan mati di Pulau Asoq.


Ayah James Restui Sang Anak Tinggalkan Real Madrid

Selasa, 20 Februari 2018 01:00 WIB

Dia menjalani masa pinjaman selama dua musim di Muenchen


Dapat Nomor Urut 11, Ini Kata Ketua DPD PSI Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 00:47 WIB

Fuad Ginting mengaku bersyukur partainya itu mendapatkan nomor urut 11 pada Pemilu 2019 mendatang.


Namanya Disebut, Fahri Hamzah: Nazaruddin Panik Persekongkolan Mulai Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 00:27 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Nazaruddin yang menyebut namanya.


Persib Kehabisan Stok Striker Lokal Berkualitas?

Selasa, 20 Februari 2018 00:20 WIB

Setidaknya Persib butuh empat pemain tambahan


Terinspirasi Masa Kecil, 'Guru Ngaji' Ingin Sejahterakan Pengajar Agama

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Film dikemas secara ringan sehingga bisa menjadi tontonan bagi semua kalangan dan didedikasikan untuk pengajar agama atau guru ngaji.


Kesalahan Fatal Tim Kasta Tiga Saat Jamu Spurs

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Kedua tim harus memainkan laga replay


Pemerintah Diminta Berdamai dengan Kelompok Habib Rizieq, Jika Tidak, Ini yang Akan Terjadi

Senin, 19 Februari 2018 23:56 WIB

Pemerintah seharusnya berdamai dengan kelompok yang menjadi pendukung Habib Rizieq Shihab.


Dikhianati Istri dan Pamannya, Ini yang Dilakukan Sandi

Senin, 19 Februari 2018 23:46 WIB

Pelaku emosi saat melihat korban melintas membawa dagangan dari arah utara.


Meski Kepulangan Habib Rizieq Belum Pasti, Eggi Sudjana Klaim Puluhan Ormas Siap Kawal

Senin, 19 Februari 2018 23:45 WIB

Eggi Sudjana mengklaim akan ada puluhan ormas yang bakal menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta 21 Februari mendatang.


Nazarudin Tiba-tiba Merintih saat Ditanya Soal Puan Maharani di e-KTP

Senin, 19 Februari 2018 23:34 WIB

Nazar tertawa ketika disinggung soal peran dari Ketua Fraksi PDIP saat proyek e-KTP bergulir.


Golkar Minta Kepulangan Rizieq Shihab Jangan Dijadikan Pengganggu Stabilitas Politik

Senin, 19 Februari 2018 23:19 WIB

Wasekjen Golkar Viktus Murin menilai bahwa kepulangan Rizieq merupakan hal biasa.